Selasa, 24 Desember 2013

SIKAP BUYA HAMKA TERHADAP MERAYAKAN NATAL BERSAMA
Editor Pustaka Al-Kautsar dan Dosen STID Mohammad Natsir Jakarta

Foto Ahmad Wiyono.

Di hadapan penguasa, Hamka bicara tegas menolak upaya-upaya Kristenisasi. Ia juga tegas melarang umat Islam mengikuti perayaan “Natal Bersama” yang menggunakan kedok toleransi.

Suatu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 1969, dua orang perwira Angkatan Darat datang menemui Buya Hamka. Keduanya membawa pesan dari Presiden Soeharto, agar Hamka bersedia memberikan khutbah Ied di Masjid Baiturrahim, komplek Istana Negara, Jakarta. Hamka terkejut, karena disamping permintaan tersebut mendadak, ia heran mengapa istana memilihnya menjadi khatib, padahal pada waktu itu ia dikenal sebagai ulama yang dalam setiap ceramahnya selalu tegas mengeritik upaya-upaya Kristenisasi. Maklum, pada masa-masa awal Orde Baru, gurita Kristenisasi mulai membangun jejaringnya. Baik di tingkat elit kekuasaan, maupun aksi-aksi di lapangan.

Atas saran dan dukungan umat Islam, Buya Hamka akhirnya bersedia memenuhi permintaan istana. Umat ketika itu berharap, ulama asli Minangkabau ini bisa menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada para pejabat, terutama dalam menyikapi maraknya Kristenisasi. Inilah kali pertama Hamka, seorang mantan anggota Partai Masyumi, berkhutbah di Istana. Dari atas mimbar, ulama yang juga sastrawan ini menguraikan tentang bagaimana toleransi dalam pandangan Islam. Islam sangat menghargai agama lain, dan tak akan pernah mengganggu akidah agama lain.

Di hadapan Presiden Soeharto dan para pejabat Orde Baru, Buya Hamka menegaskan secara lantang, “Tapi kalau ada usaha orang supaya kita berlapang dada, jangan fanatik, lalu tukarlah kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa itu dengan tuhan yang maha tiga, atau berlapang dadalah dengan mengatakan bahwa Nabi kita adalah nabi palsu dan perampok di padang pasir, atau kepercayaan kita kepada empat kitab suci; Taurat, Zabur, dan Injil dan Al-Qur’an, lalu disuruh berlapang dada dengan mendustakan Al-Qur’an, maaf, seribu kali maaf, dalam hal ini kita tidak ada toleransi!” tegasnya.

Haji Abdul Malik Karim Amrullah alias Buya Hamka juga menyampaikan bahaya Kristenisasi ia sampaikan di mimbar-mimbar dakwah dan media massa. Melalui Majalah Panji Masyarakat, Buya Hamka membahas bahaya Kristenisasi, modernisasi dan sekularisasi. Dalam rubrik “Dari Hati ke Hati” yang dikelolanya, Buya Hamka juga menjelaskan soal prinsip toleransi dalam Islam.

Dalam setiap kesempatan khutbah, Buya Hamka yang prihatin dengan gurita kristenisasi yang sedang menggeliat ketika itu, bersuara lantang di hadapan umat agar mewaspadai sepak terjang kelompok Kristen yang berusaha memurtadkan kaum Muslimin. “Modernisasi bukan berarti westernisasi, dan bukan pula Kristenisasi,” demikian ketegasan yang sering diulang-ulang oleh Hamka ketika ditanya para wartawan. Dalam setiap khutbah di Masjid Al-Azhar, Jakarta, Hamka juga menegaskan bahwa misi zending Kristen yang sedang bergeliat pada masa itu telah dirasuki dendam Perang Salib untuk menghabisi umat Islam. “Kristen lebih berbahaya dari Komunis,” ujar Hamka.

Ketegasan Buya Hamka terhadap bahaya Kristenisasi kembali ia sampaikan di hadapan penguasa Orde Baru, ketika Buya menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam rapat dengan Presiden Soeharto pada 1975, Buya Hamka menerangkan di hadapan Presiden tentang fakta-fakta Kristenisasi yang bergeliat setiap hari di masyarakat, dengan berbagai bujukan dan iming-iming materi yang menggiurkan. Hamka juga menyampaikan keprihatinannya tentang berdirinya Rumah Sakit Baptis di Bukittinggi, sebagai upaya terang-terangan dalam mengkristenkan masyarakat minang lewat cara pengobatan. Kepada Presiden Soeharto, Hamka mengusulkan agar rumah sakit itu dibeli dan diambil alih pemerintah agar bisa dikelola dengan semestinya. Soeharto setuju dengan usulan tersebut, bahkan dengan terang-terangan menyatakan tidak sukanya pada Kristenisasi tersebut.

Sikap tegas Buya Hamka yang melegenda adalah ketika ia mengeluarkan fatwa haram perayaan natal bersama. Pada saat itu di lingkungan birokrat yang sudah dikuasai jejaring Kristen memang digagas acara “Natal Bersama”. Buya sebagai Ketua MUI merasa perlu memberikan fatwa agar umat Islam tidak terjebak menggadaikan akidah hanya semata-mata takut dibilang tidak toleran. Saat berkhutbah di Masjid Al-Azhar, Buya Hamka mengingatkan kaum Muslimin, bahwa kafir hukumnya jika mereka mengikuti perayaan natal bersama. “Natal adalah kepercayaan orang Kristen yang memperingati hari lahir anak Tuhan. Itu adalah akidah mereka. Kalau ada orang Islam yang turut menghadirinya, berarti dia melakukan perbuatan yang tergolong musyrik,” terang Hamka. “Ingat dan katakan pada kawan yang tak hadir di sini, itulah akidah kita!” tegasnya di hadapan massa kaum Muslimin.

Keteguhannya dalam memegang fatwa haramnya natal bersama inilah yang kemudian membuatnya mengundurkan diri dari Ketua Majelis Ulama Indonesia. Tak berapa lama setelah fatwa itu dikeluarkan, pada 24 Juli 1981, Buya Hamka wafat menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allahyarham Mohammad Natsir, teman karib seperjuangan yang menyaksikan detik-detik wafatnya Buya Hamka kemudian memanjatkan doa tulus bagi seorang pejuang dan pengawal akidah umat.

Pesan Buya Hamka pada Pemuda



Buya+Hamka Pesan Buya Hamka pada Pemuda
Oleh: Beggy
Penggiat Jejak Islam untuk Bangsa

Hari ini adalah sejarah untuk masa depan. Tonggak-tonggak perjuangan dan perjalanan umat Islam masa kini menjadi lembaran-lembaran kisah yang akan di kecap di masa depan. Perjuangan masa kini sesungguhnya hinggap di bahu para pemuda. Meneruskan tongkat estafet perjuangan generasi sebelum mereka. Namun pemuda, bukan tanpa isi. Para pemuda itu, tidak bisa tidak, haruslah mengusung obor ilmu, guna menerangi kehidupan umat Islam saat ini.  Agar tidak menjerumuskan. Agar menegakkan keadilan dengan ilmu. Bukan belitan hawa nafsu. Pemuda dan Intelektualitas inilah yang akan menentukan jejak langkah kemudian.
Dua kata ini pula yang dipesankan oleh ulama besar kita ,Buya Hamka. Intelektual dan Muda yang menjadi penentu Islam di masa depan. Dalam rubrik Dari Hati ke Hati dimajalah Panji Masyarakat (1967-1981) beliau mengatakan tentang peran Intelektual,
“Sudah pasti bahwa Umat Islam amat mengharapkan tenaga dan buah pikiran dari cerdik pandai dan intelektualnya, agar sudilah kiranya turun dari atas ‘singasana majun alam, tempat beliau bersemayam, mengorak sila, melangkahkan kaki dating ke dalam pondok buruk kami, memimpin kami mengajar kami’.
Beliau kemudian bercerita, dahulu saat awal-awal berdirinya Muhammadiyah di Sumatera, organisasi ini kekurangan intelektualnya. Sehingga jika ada seorang bekas pensiun KNIL yang pandai berbahasa Belanda atau kerani-kerani (pegawai) dari perkebunan besar atau bekas kepala pegadaian Negeri masuk ke Muhammadiyah, disambut dengan bangga. Sebab mereka bisa bahasa Belanda. Kalau ada calon-calon pengurus Pimpinan Pusat terdapat memakai title, baik DR atau Mr (SH), pasti mendapat suara terbanyak, dan duduk dalam kepengurusan, mengalahkan kiyai besar tak bertitel, walaupun kiyai tersebut mempelajari gerak Muhammad Abduh dengan seksama. Padahal setelah duduk, kadang-kadang pengurus bertitel tersebut tidak dapat hadir karena sibuk. Dan kalau hadir, mereka tidak dapat mengikuti persoalan karena agama bukan bidang para pimpinan tersebut. Tapi apa mau dikata, kemegahan titel tersebut sangat diperlukan oleh kemegahan Muhammadiyah.
Buya Hamka kemudian melanjutkan, pada tahun 1924 beridirilah Jong Islamieten Bond (JIB) atas prakarsa  Haji Agus Salim. JIB diisi oleh kalangan muda Islam yang mendapat didikan sekolah barat. Namun di JIB, para anggota intinya memeperdalam pengertian dan amalan agama, sehingga Islam tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi menjadi dasar dan pandangan Hidup. Anggota JIB jumlahnya tidak sampai ribuan, namun dari JIB inilah timbul pribadi-pribadi seperti Muhammad Natsir, Mohammad Roem, Kasman Singodimejo, dan lain-lain. Merekalah kelak  yang mengisi bangsa ini dengan kepribadian Islam dan memperjuangkan Islam di Indonesia. Tengoklah Muhammad Natsir, yang menjdi pemimpin Masyumi dan sempat menjadi Perdana Menteri Indonesia, atau Kasman Singodimejo yang menjadi Jaksa Agung RI. Mereka semua akhirnya memperjuangkan Islam di Indonesia. Namun akibat dari perjuangannya jua, dengan rela hati menerima segela konsekuensi, kemelaratan pembuangan dan pengasingan. Menerima menjadi tumpah kebencian orang banyak yang diindoktrinasikan supaya benci kepada mereka. Pribadi-pribadi lulusan JIB ini kata Buya Hamka mampu untuk menggerakan umat.
“Mereka telah dapat menggerakkan perjuangan Islam, yang mempunyai tidak kurang daripada 14 juta pengikut, ditakuti oleh kawan dan lawan, dipandang musuh besar paling berbahaya oleh komunis,dan terpaksa dibubarkan secara diktator oleh Soekarno.”
“Pikirkanlah! Kalau 15 tahun yang lalu hanya sekitar 200 orang intelek berjiwa Islam telah dapat menggerakkan tidak kurang dari 14 juta bangsa Indonesia muslim, sekarang diseluruh Indonesia tidak kurang dari seribu sarjana, seribu intelek yang keluar tiap tahun.”, lanjut Buya Hamka.
Intelektual menurut Buya Hamka memang menjadi penggerak, pendidik dan dapat memberikan efek berganda bagi umat Islam. Intelektual harus juga menjadi penghubung rakyat.
“Sebab itu hubunganmu tidak putus dengan umat. Kamu tidak lagi akan menjadi sarjana yang duduk diatas singasana gading, memandang umat dan kaumnya sebagai orang lain,dijadikan obyek penelitian, tidak merasakan diri sebagai subyek bersama mereka,” jelas Buya Hamka.
Perjuangan Islam menurut Buya Hamka terletak dipundak angkatan muda Islam. Perjuangan ini meminta tenaga muda yang bersemangat militan, didorong oleh rasa cinta kepada agama. Menurut Buya Hamka,
“Mereka harus tegak menantang dan membendung propaganda paham materialisme dan segala isme-isme (paham) baru yang diimpor dari barat untuk menyebarkan rasa keragu-ragun atau melemahkan iman dalam Islam.”
Apa yang dihadapi saat ini memang tidak mudah. Yang sekarang terjadi justru banyak pemuda-pemuda yang mengaku muslim, tapi malah menghancurkan Islam dari dalam. Sesungguhnya ini bukan barang baru. Pada masa Buya Hamka menulis ini pun, hal ini sudah menjadi tantangan bagi umat Islam.
“Yang kerap kali dapat diperbudak oleh orang lain ialah pemuda-pemuda yang sok tahu. Pemuda yang ditimpa penyakit rendah diri, mentang-mentang sudah dibawa bergaul, dalam masyarakat yang agak “barat” sifatnya, dia belum merasa progressif kalau belum turut bersorak mengatakan bahwa Islam, harus pandai menyesuaikan kalau mau maju,” tegas Buya Hamka.
Bahkan beliau melanjutkan dengan mengecam mereka, “ Orang-orang yang turut menyebarkan paham dalam masyarakat, yang akan mengakibatkan kendornya rasa perjoangan, rasa jihad menegakkan cita Islam, bukan saja menjadi pelopor membawa ke jalan kafir, bahkan itulah pengkhianat-pengkhianat yang membawa nama Islam untuk menghancurkan kekuatan Islam.”
Kekuatan Islam menurut Buya Hamka terletak pada aqidah Islam. Akidah Islam yang menimbulkan akhlak Islam. Akidah pasti menegakkan akhlak. Semata-mata ilmu pengetahuan saja, tanpa tegak atas aqidah tidaklah menimbulkan akhlak. Buya Hamka begitu yakin bahwa aqidah-lah yang membawa kemajuan. Menurutnya, “….suatu kemajuan, pembangunan, ketinggian dan martabat yang mulia diantara bangsa-bangsa, bagi kita umat Islam tidaklah dapat dicapai kalau tidak berdasar kepada akidah dan akhlak Islam!”
Demikianlah besarnya harapan Buya Hamka kepada intelektual dan angkatan muda Islam. Semoga generasi saat ini dapat memenuhi pula pengharapan tersebut. Jalan tersebut memang tak mudah, seperti yang diingatkan Buya Hamka, “jalan rayanya memang tidak ditaburi kembang dan bunga serta minyak cologner (pewangi).”
Selamat berjuang para Pemuda!! []
Jumat 2 Safar 1435 / 6 December 2013 13:00

Sejarah Lepasnya Timor Timur Yang tak Pernah Terungkap

Posted by KabarNet pada 03/08/2013

MENIT-MENIT LEPASNYA TIMOR-TIMUR DARI INDONESIA

Berikut ini adalah tulisan seorang wartawan yang meliput jajak pendapat di Dili, Timor-timur. Tulisan berikut ini sungguh luar biasa, namun sekaligus membuat dada sesak.

Ditulis oleh Kafil Yamin, wartawan kantor berita The IPS Asia-Pacific, Bangkok, yang dikirim ke Timor Timur pada tanggal 28 Agustus 1999 untuk meliput ‘Jajak Pendapat Timor-Timur’ yang diselenggarakan UNAMET [United Nations Mission in East Timor], 30 Agustus 1999. Judul asli dari tulisan ini adalah Menit-Menit yang Luput dari Catatan Sejarah Indonesia. Saya sengaja ubah judulnya dengan maksud agar lebih jelas mengenai apa yang terkandung dalam tulisan tersebut. 

MENIT-MENIT YANG LUPUT DARI CATATAN SEJARAH INDONESIA

Oleh: Kafil Yamin
Jajak pendapat itu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah referendum, adalah buah dari berbagai tekanan internasioal kepada Indonesia yang sudah timbul sejak keruntuhan Uni Soviet tahun 1989. Belakangan tekanan itu makin menguat dan menyusahkan Indonesia. Ketika krisis moneter menghantam negara-negara Asia Tenggara selama tahun 1997-1999, Indonesia terkena. Guncangan ekonomi sedemikian hebat; berimbas pada stabilitas politik; dan terjadilah jajak pendapat itu.
Kebangkrutan ekonomi Indonesia dimanfaatkan oleh pihak Barat, melalui IMF dan Bank Dunia, untuk menekan Indonesia supaya melepas Timor Timur. IMF dan Bank Dunia bersedia membantu Indonesia lewat paket yang disebut bailout, sebesar US$43 milyar, asal Indonesia melepas Timtim.
Apa artinya ini? Artinya keputusan sudah dibuat sebelum jajak pendapat itu dilaksanakan. Artinya bahwa jajak pendapat itu sekedar formalitas. Namun meski itu formalitas, toh keadaan di kota Dili sejak menjelang pelaksanan jajak pendapat itu sudah ramai nian. Panita jajak pendapat didominasi bule Australia dan Portugis. Wartawan asing berdatangan. Para pegiat LSM pemantau jajak pendapat, lokal dan asing, menyemarakkan pula – untuk sebuah sandiwara besar. Hebat bukan?
Sekitar Jam 1 siang, tanggal 28 Agustus 1999, saya mendarat di Dili. Matahari mengangkang di tengah langit. Begitu menyimpan barang-barang di penginapan [kalau tidak salah, nama penginapannya Dahlia, milik orang Makassar], saya keliling kota Dili. Siapapun yang berada di sana ketika itu, akan berkesimpulan sama dengan saya: kota Dili didominasi kaum pro-integrasi. Mencari orang Timtim yang pro-kemerdekaan untuk saya wawancarai, tak semudah mencari orang yang pro-integrasi.
Penasaran, saya pun keluyuran keluar kota Dili, sampai ke Ainaro dan Liquica, sekitar 60 km dari Dili. Kesannya sama: lebih banyak orang-orang pro-integrasi. Di banyak tempat, banyak para pemuda-pemudi Timtim mengenakan kaos bertuliskan Mahidi [Mati-Hidup Demi Integrasi], Gadapaksi [Garda Muda Penegak Integrasi], BMP [Besi Merah Putih], Aitarak [Duri].
Setelah seharian berkeliling, saya berkesimpulan Timor Timur akan tetap bersama Indonesia. Bukan hanya dalam potensi suara, tapi dalam hal budaya, ekonomi, sosial, tidak mudah membayangkan Timor Timur bisa benar-benar terpisah dari Indonesia. Semua orang Timtim kebanyakan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Para penyedia barang-barang kebutuhan di pasar-pasar adalah orang Indonesia. Banyak pemuda-pemudi Timtim yang belajar di sekolah dan universitas Indonesia, hampir semuanya dibiayai pemerintah Indonesia. Guru-guru di sekolah-sekolah Timtim pun kebanyakan orang Indonesia, demikian juga para petugas kesehatan, dokter, mantri.
Selepas magrib, 28 Agustus 1999, setelah mandi dan makan, saya duduk di lobi penginapan, minum kopi dan merokok. Tak lama kemudian, seorang lelaki berusia 50an, tapi masih terlihat gagah, berambut gondrong, berbadan atletis, berjalan ke arah tempat duduk saya; duduk dekat saya dan mengeluarkan rokok. Rupanya ia pun hendak menikmati rokok dan kopi.
Mungkin karena dipersatukan oleh kedua barang beracun itu, kami cepat akrab. Dia menyapa duluan: “Dari mana?” sapanya.
“Dari Jakarta,” jawabku, sekalian menjelaskan bahwa saya wartawan, hendak meliput jajak pendapat.
Entah kenapa, masing-masing kami cepat larut dalam obrolan. Dia tak ragu mengungkapkan dirinya. Dia adalah mantan panglima pasukan pro-integrasi, yang tak pernah surut semangatnya memerangi Fretilin [organisasi pro-kemerdekaan], “karena bersama Portugis, mereka membantai keluarga saya,” katanya. Suaranya dalam, dengan tekanan emosi yg terkendali. Terkesan kuat dia lelaki matang yang telah banyak makan asam garam kehidupan. Tebaran uban di rambut gondrongnya menguatkan kesan kematangan itu.
“Panggil saja saya Laffae,” katanya.
“Itu nama Timor atau Portugis?” Saya penasaran.
“Timor. Itu julukan dari kawan maupun lawan. Artinya ‘buaya’,” jelasnya lagi.
Julukan itu muncul karena sebagai komandan milisi, dia dan pasukannya sering tak terdeteksi lawan. Setelah lawan merasa aman, tiba-tiba dia bisa muncul di tengah pasukan lawannya dan melahap semua yang ada di situ. Nah, menurut anak buah maupun musuhnya, keahlian seperti itu dimiliki buaya.
Dia pun bercerita bahwa dia lebih banyak hidup di hutan, tapi telah mendidik, melatih banyak orang dalam berpolitik dan berorganisasi. “Banyak binaan saya yang sudah jadi pejabat,” katanya. Dia pun menyebut sejumlah nama tokoh dan pejabat militer Indonesia yang sering berhubungan dengannya.
Rupanya dia seorang tokoh. Memang, dilihat dari tongkrongannya, tampak sekali dia seorang petempur senior. Saya teringat tokoh pejuang Kuba, Che Guevara. Hanya saja ukuran badannya lebih kecil.
“Kalau dengan Eurico Guterres? Sering berhubungan?” saya penasaran.
“Dia keponakan saya,” jawab Laffae. “Kalau ketemu, salam saja dari saya.”
Cukup lama kami mengobrol. Dia menguasai betul sejarah dan politik Timtim dan saya sangat menikmatinya. Obrolan usai karena kantuk kian menyerang.
Orang ini menancapkan kesan kuat dalam diri saya. Sebagai wartawan, saya telah bertemu, berbicara dengan banyak orang, dari pedagang kaki lima sampai menteri, dari germo sampai kyai, kebanyakan sudah lupa. Tapi orang ini, sampai sekarang, saya masih ingat jelas.
Sambil berjalan menuju kamar, pikiran bertanya-tanya: kalau dia seorang tokoh, kenapa saya tak pernah mendengar namanya dan melihatnya? Seperti saya mengenal Eurico Gueterres, Taur Matan Ruak? Xanana Gusmao? Dan lain-lain? Tapi sudahlah.
Pagi tanggal 29 Agustus 1999. Saya keluar penginapan hendak memantau situasi. Hari itu saya harus kirim laporan ke Bangkok. Namun sebelum keliling saya mencari rumah makan untuk sarapan. Kebetulan lewat satu rumah makan yang cukup nyaman. Segera saya masuk dan duduk. Eh, di meja sana saya melihat Laffae sedang dikelilingi 4-5 orang, semuanya berseragam Pemda setempat. Saya tambah yakin dia memang orang penting – tapi misterius.
Setelah bubar, saya tanya Laffae siapa orang-orang itu. “Yang satu Bupati Los Palos, yang satu Bupati Ainaro, yang dua lagi pejabat kejaksaan,” katanya. “Mereka minta nasihat saya soal keadaan sekarang ini,” tambahnya.
Kalau kita ketemu Laffae di jalan, kita akan melihatnya ‘bukan siapa-siapa’. Pakaiannya sangat sederhana. Rambutnya terurai tak terurus. Dan kalau kita belum ‘masuk’, dia nampak pendiam.
Saya lanjut keliling. Kota Dili makin semarak oleh kesibukan orang-orang asing. Terlihat polisi dan tentara UNAMET berjaga-jaga di setiap sudut kota. Saya pun mulai sibuk, sedikitnya ada tiga konferensi pers di tempat yang berbeda. Belum lagi kejadian-kejadian tertentu. Seorang teman wartawan dari majalah Tempo, Prabandari, selalu memberi tahu saya peristiwa-peristiwa yang terjadi.
Dari berbagai peristiwa itu, yang menonjol adalah laporan dan kejadian tentang kecurangan panitia penyelenggara, yaitu UNAMET. Yang paling banyak dikeluhkan adalah bahwa UNAMET hanya merekrut orang-orang pro-kemerdekaan di kepanitiaan. Klaim ini terbukti. Saya mengunjungi hampir semua TPS terdekat, tidak ada orang pro-integrasi yang dilibatkan.
Yang bikin suasana panas di kota yang sudah panas itu adalah sikap polisi-polisi UNAMET yang tidak mengizinkan pemantau dan pengawas dari kaum pro-integrasi, bahkan untuk sekedar mendekat. Paling dekat dari jarak 200 meter. Tapi pemantau-pemantau bule bisa masuk ke sektratriat. Bahkan ikut mengetik!
Di sini saya perlu mengungkapkan ukuran mental orang-orang LSM dari Indonesia, yang kebanyakan mendukung kemerdekaan Timtim karena didanai asing. Mereka tak berani mendekat ke TPS dan sekretariat, baru ditunjuk polisi UNAMET saja langsung mundur. Tapi kepada pejabat-pejabat Indonesia mereka sangat galak: menuding, menuduh, menghujat. Berani melawan polisi. Di hadapan polisi bule mereka mendadak jadi inlander betulan.
Tambah kisruh adalah banyak orang-orang pro-integrasi tak terdaftar sebagai pemilih. Dari 4 konferensi pers, 3 di antaranya adalah tentang ungkapan soal ini. Bahkan anak-anak Mahidi mengangkut segerombolan orang tua yang ditolak mendaftar pemilih karena dikenal sebagai pendukung integrasi.
Saya pun harus mengungkapkan ukuran mental wartawan-wartawan Indonesia di sini. Siang menjelang sore, UNAMET menyelenggarakan konferensi pers di Dili tentang rencana penyelenggaraan jajak pendapat besok. Saya tentu hadir. Lebih banyak wartawan asing daripada wartawan Indonesia. Saya yakin wartawan-wartawan Indonesia tahu kecurangan-kecurangan itu.
Saat tanya jawab, tidak ada wartawan Indonesia mempertanyakan soal praktik tidak fair itu. Bahkan sekedar bertanya pun tidak. Hanya saya yang bertanya tentang itu. Jawabannya tidak jelas. Pertanyaan didominasi wartawan-wartawan bule.
Tapi saya ingat betapa galaknya wartawan-wartawan Indonesia kalau mewawancarai pejabat Indonesia terkait dengan HAM atau praktik-praktik kecurangan. Hambatan bahasa tidak bisa jadi alasan karena cukup banyak wartawan Indonesia yang bisa bahasa Inggris. Saya kira sebab utamanya rendah diri, seperti sikap para aktifis LSM lokal tadi.
Setelah konferensi pers usai, sekitar 2 jam saya habiskan untuk menulis laporan. Isi utamanya tentang praktik-praktik kecurangan itu. Selain wawancara, saya juga melengkapinya dengan pemantauan langsung.
Kira-kira 2 jam setelah saya kirim, editor di Bangkok menelepon. Saya masih ingat persis dialognya:
“Kafil, we can’t run the story,” katanya.
“What do you mean? You send me here. I do the job, and you don’t run the story?” saya berreaksi.
“We can’t say the UNAMET is cheating…” katanya.
“That’s what I saw. That’s the fact. You want me to lie?” saya agak emosi.
“Do they [pro-integrasi] say all this thing because they know they are going to loose?”
“Well, that’s your interpretation. I’ll make it simple. I wrote what I had to and it’s up to you,”
“I think we still can run the story but we should change it.”
“ I leave it to you,” saya menutup pembicaraan.
Saya merasa tak nyaman. Namun saya kemudian bisa maklum karena teringat bahwa IPS Asia-Pacific itu antara lain didanai PBB.
***
Kira-kira jam 5:30 sore, 29 Agustus 199, saya tiba di penginapan. Lagi-lagi, Laffae sedang dikerumuni tokoh-tokoh pro-integrasi Timtim. Terlihat Armindo Soares, Basilio Araujo, Hermenio da Costa, Nemecio Lopes de Carvalho, nampaknya mereka sedang membicarakan berbagai kecurangan UNAMET.
Makin malam, makin banyak orang berdatangan. Orang-orang tua, orang-orang muda, tampaknya dari tempat jauh di luar kota Dili. Kelihatan sekali mereka baru menempuh perjalanan jauh.
Seorang perempuan muda, cukup manis, tampaknya aktifis organisasi, terlihat sibuk mengatur rombongan itu. Saya tanya dia siapa orang-orang ini.
“Mereka saya bawa ke sini karena di desanya tidak terdaftar,” katanya. “Mereka mau saya ajak ke sini. Bahkan mereka sendiri ingin. Agar bisa memilih di sini. Tidak ada yang membiayai. Demi merah putih,” jawabnya bersemangat.
Saya tergetar mendengar bagian kalimat itu: “…demi merah putih.”
Mereka semua ngobrol sampai larut. Saya tak tahan. Masuk kamar. Tidur. Besok jajak pendapat.
Pagi 30 Agustus 1999. Saya keliling Dili ke tempat-tempat pemungutan suara. Di tiap TPS, para pemilih antri berjajar. Saya bisa berdiri dekat dengan antrean-antrean itu. Para ‘pemantau’ tak berani mendekat karena diusir polisi UNAMET.
Karena dekat, saya bisa melihat dan mendengar bule-bule Australia yang sepertinya sedang mengatur barisan padahal sedang kampanye kasar. Kebetulan mereka bisa bahasa Indonesia: “Ingat, pilih kemerdekaan ya!” teriak seorang cewek bule kepada sekelompok orang tua yang sedang antre. Bule-bule yang lain juga melakukan hal yang sama.
Sejenak saya heran dengan kelakuan mereka. Yang sering mengampanyekan kejujuran, hak menentukan nasib sendiri. Munafik, pikir saya. Mereka cukup tak tahu malu.
Setelah memantau 4-5 TPS saya segera mencari tempat untuk menulis. Saya harus kirim laporan. Setelah mengirim laporan. Saya manfaat waktu untuk rileks, mencari tempat yang nyaman, melonggarkan otot. Toh kerja hari itu sudah selesai.
Sampailah saya di pantai agak ke Timur, di mana patung Maria berdiri menghadap laut, seperti sedang mendaulat ombak samudra. Patung itu bediri di puncak bukit. Sangat besar. Dikelilingi taman dan bangunan indah. Untuk mencapai patung itu, anda akan melewati trap tembok yang cukup landai dan lebar. Sangat nyaman untuk jalan berombongan sekali pun. Sepanjang trap didindingi bukit yang dilapisi batu pualam. Di setiap kira jarak 10 meter, di dinding terpajang relief dari tembaga tentang Yesus, Bunda Maria, murid-murid Yesus, dengan ukiran yang sangat bermutu tinggi.
Patung dan semua fasilitasnya ini dibangun pemerintah Indonesia. Pasti dengan biaya sangat mahal. Ya, itulah biaya politik.
Tak terasa hari mulai redup. Saya harus pulang. Besok pengumuman hasil jajak pendapat.
Selepas magrib, 30 September 1999. Kembali saya menunaikan kewajiban yang diperintahkan oleh kebiasaan buruk: merokok sambil minum kopi di lobi penginapan. Kali ini, Laffae mendahului saya. Dia sudah duluan mengepulkan baris demi baris asap dari hidung dan mulutnya. Kami ngobrol lagi.
Tapi kali ini saya tidak leluasa. Karena banyak tamu yang menemui Laffae, kebanyakan pentolan-pentolan milisi pro-integrasi. Ditambah penginapan kian sesak. Beberapa pemantau nginap di situ. Ada juga polisi UNAMET perwakilan dari Pakistan.
Ada seorang perempuan keluar kamar, melihat dengan pandangan ‘meminta’ ke arah saya dan Laffae. Kami tidak mengerti maksudnya. Baru tau setelah lelaki pendampingnya bilang dia tak kuat asap rokok. Laffae lantas bilang ke orang itu kenapa dia jadi pemantau kalau tak kuat asap rokok. Kami berdua terus melanjutkan kewajiban dengan racun itu. Beberapa menit kemudian cewek itu pingsan dan dibawa ke klinik terdekat.
Saya masuk kamar lebih cepat. Tidur.
Pagi, 4 September 1999. Pengumuman hasil jajak pendapat di hotel Turismo Dili. Bagi saya, hasilnya sangat mengagetkan: 344.508 suara untuk kemerdekaan, 94.388 untuk integrasi, atau 78,5persen berbanding 21,5persen.
Ketua panitia mengumumkan hasil ini dengan penuh senyum, seakan baru dapat rezeki nomplok. Tak banyak tanya jawab setelah itu. Saya pun segera berlari mencari tempat untuk menulis laporan. Setelah selesai, saya balik ke penginapan.
Di lobi, Laffae sedang menonton teve yang menyiarkan hasil jajak pendapat. Sendirian. Saat saya mendekat, wajahnya berurai air mata. “Tidak mungkin. Ini tidak mungkin. Mereka curang..” katanya tersedu. Dia merangkul saya. Lelaki pejuang, tegar, matang ini mendadak luluh. Saya tak punya kata apapun untuk menghiburnya. Lagi pula, mata saya saya malah berkaca-kaca, terharu membayangkan apa yang dirasakan lelaki ini. Perjuangan keras sepanjang hidupnya berakhir dengan kekalahan.
Saya hanya bisa diam. Dan Laffae pun nampaknya tak mau kesedihannya terlihat orang lain. Setelah beberapa jenak ia berhasil bersikap normal.
“Kota Dili ini akan kosong..” katanya. Pelan tapi dalam. “Setelah kosong, UNAMET mau apa.”
Telepon berbunyi, dari Prabandari Tempo. Dia memberi tahu semua wartawan Indonesia segera dievakuasi pakai pesawat militer Hercules, karena akan ada penyisiran terhadap semua wartawan Indonesia. Saya diminta segera ke bandara saat itu juga. Kalau tidak, militer tidak bertanggung jawab. Semua wartawan Indonesia sudah berkumpul di bandara, tinggal saya. Hanya butuh lima menit bagi saya untuk memutuskan tidak ikut. “Saya bertahan, nDari. Tinggalkan saja saya.”
Laffae menguping pembicaraan. Dia menimpali: “Kenapa wartawan kesini kalau ada kejadian malah lari?” katanya. Saya kira lebih benar dia mikirnya.
Saya lantas keluar, melakukan berbagai wawancara, menghadiri konferensi pers, kebanyakan tentang kemarahan atas kecurangan UNAMET. “Anggota Mahidi saja ada 50 ribu; belum Gardapaksi, belum BMP, belum Halilintar, belum masyarakat yang tak ikut organisasi,” kata Nemecio Lopez, komandan milisi Mahidi.
Kembali ke penginapan sore, Laffae sedang menghadapi tamu 4-5 orang pentolan pro-integrasi. Dia menengok ke arah saya: “Kafil! Mari sini,” mengajak saya bergabung.
“Sebentar!” saya bersemangat. Saya tak boleh lewatkan ini. Setelah menyimpan barang-barang di kamar, mandi kilat. Saya bergabung. Di situ saya hanya mendengarkan. Ya, hanya mendengarkan.
“Paling-paling kita bisa siapkan seribuan orang,” kata ketua Armindo Soares, saya bertemu dengannya berkali-kali selama peliputan.
“Saya perlu lima ribu,” kata Laffae.
“Ya, lima ribu baru cukup untuk mengguncangkan kota Dili,” katanya, sambil menengok ke arah saya.
“Kita akan usahakan,” kata Armindo.
Saya belum bisa menangkap jelas pembicaraan mereka ketika seorang kawan memberitahu ada konferensi pers di kediaman Gubernur Abilio Soares. Saya segera siap-siap berangkat ke sana. Sekitar jam 7 malam, saya sampai di rumah Gubernur. Rupanya ada perjamuan. Cukup banyak tamu. Soares berbicara kepada wartawan tentang penolakannya terhadap hasil jajak pendapat karena berbagai kecurangan yang tidak bisa dimaklumi.
Setelah ikut makan enak, saya pulang ke penginapan sekitar jam 8:30 malam. Sudah rindu bersantai dengan Laffae sambil ditemani nikotin dan kafein. Tapi Laffae tidak ada. Anehnya, penginapan jadi agak sepi. Para pemantau sudah check-out, juga polisi-polisi UNAMET dari Pakistan itu. Tak banyak yang bisa dilakukan kecuali tidur.
Namun saat rebah, kantuk susah datang karena terdengar suara-suara tembakan. Mula-mula terdengar jauh. Tapi makin lama makin terdengar lebih dekat dan frekuensi tembakannya lebih sering. Mungkin karena perut kenyang dan badan capek, saya tertidur juga.
Tanggal 5 September pagi, sekitar jam 09:00, saya keluar penginapan. Kota Dili jauh lebi lengang. Hanya terlihat kendaran-kendaraan UNAMET melintas di jalan. Tak ada lagi kendaraan umum. Tapi saya harus keluar. Apa boleh buat – jalan kaki. Makin jauh berjalan makin sepi, tapi tembakan nyaris terdengar dari segala arah. Sesiang ini, Dili sudah mencekam.
Tidak ada warung atau toko buka. Perut sudah menagih keras. Apa boleh buat saya berjalan menuju hotel Turismo, hanya di hotel besar ada makanan. Tapi segera setelah itu saya kembali ke penginapan. Tidak banyak yang bisa dikerjakan hari itu.
Selepas magrib 5 Setember 1999. Saya sendirian di penginapan. Lapar. Tidak ada makanan. Dili sudah seratus persen mencekam. Bunyi tembakan tak henti-henti. Terdorong rasa lapar yang sangat, saya keluar penginapan.
Selain mencekam. Gelap pula. Hanya di tempat-tempat tertentu lampu menyala. Baru kira-kira 20 meter berjalan, gelegar tembakan dari arah kanan. Berhenti. Jalan lagi. Tembakan lagi dari arah kiri. Tiap berhenti ada tarikan dua arah dari dalam diri: kembali atau terus. Entah kenapa, saya selalu memilih terus, karena untuk balik sudah terlanjur jauh. Saya berjalan sendirian; dalam gelap; ditaburi bunyi tembakan. Hati dipenuhi adonan tiga unsur: lapar, takut, dan perjuangan menundukkan rasa takut. Lagi pula, saya tak tau ke arah mana saya berjalan. Kepalang basah, pokoknya jalan terus.
Sekitar jam 11 malam, tanpa disengaja, kaki sampai di pelabuhan Dili. Lumayan terang oleh lampu pelabuhan. Segera rasa takut hilang karena di sana banyak sekali orang. Mereka duduk, bergeletak di atas aspal atau tanah pelabuhan. Rupanya, mereka hendak mengungsi via kapal laut.
Banyak di antara mereka yang sedang makan nasi bungkus bersama. Dalam suasa begini, malu dan segan saya buang ke tengah laut. Saya minta makan! “Ikut makan ya?” kata saya kepada serombongan keluarga yang sedang makan bersama. “Silahkan bang!.. silahkan!..” si bapak tampak senang. Tunggu apa lagi, segera saya ambil nasinya, sambar ikannya. Cepat sekali saya makan. Kenyang sudah, sehingga ada tenaga untuk kurang ajar lebih jauh: sekalian minta rokok ke bapak itu. Dikasih juga.
Sekitar jam 3 malam saya berhasil kembali ke penginapan.
Pagi menjelang siang, tanggal 6 September 1999. Saya hanya duduk di lobi penginapan karena tidak ada kendaraan. Tidak ada warung dan toko yang buka. Yang ada hanya tembakan tak henti-henti. Dili tak berpenghuni – kecuali para petugas UNAMET. Nyaris semua penduduk Dili mengungsi, sebagian via kapal, sebagian via darat ke Atambua. Orang-orang pro-kemerdekaan berlarian diserang kaum pro-integrasi. Markas dan sekretariat dibakar. Darah tumpah lagi entah untuk keberapa kalinya.
Sekarang, saya jadi teringat kata-kata Laffae sehabis menyaksikan pengumuman hasil jajak pedapat kemarin: “Dili ini akan kosong..”
Saya pun teringat kata-kata dia: “Saya perlu lima ribu orang untuk mengguncang kota Dili..” Ya, sekarang saya berkesimpulan ini aksi dia. Aksi pejuang pro-integrasi yang merasa kehilangan masa depan. Ya, hanya saya yang tahu siapa tokoh utama aksi bumi hangus ini, sementara teve-teve hanya memberitakan penyerangan mililis pro-integrasi terhadap kaum pro-kemerdekaan.
Tentu, orang-orang pro-integrasi pun mengungsi. Laffae dan pasukannya ingin semua orang Timtim bernasib sama: kalau ada satu pihak yang tak mendapat tempat di bumi Loro Sae, maka semua orang timtim harus keluar dari sana. Itu pernah diucapkannya kepada saya.
Inilah hasil langsung jajak pendapat yang dipaksakan harus dimenangkan. Hukum perhubungan antar manusia saat itu sepasti hukum kimia: tindakan lancung dan curang pasti berbuah bencana.
***
Saya harus pulang, karena tidak banyak yang bisa dilihat dan ditemui. Untung masih ada omprengan yang mau mengantara ke bandara. Sekitar jam 11 pagi saya sampai di pelabuhan udara Komoro. Keadaan di bandara sedang darurat. Semua orang panik. Semua orang ingin mendapat tiket dan tempat duduk pada jam penerbangan yang sama. Karena hura-hara sudah mendekati bandara. Lagi pula penerbangan jam itu adalah yang satu-satunya dan terakhir.
Bule-bule yang biasanya tertib kini saling sikut, saling dorong sampai ke depan komputer penjaga kounter. Ada bule yang stres saking tegangnya sampai-sampai minta rokok kepada saya yg berdiri di belakang tenang-tenang saja. Beginilah nikmatnya jadi orang beriman.
Banyak yang tidak kebagian tiket. Entah kenapa saya lancar-lancar saja. Masuk ke ruangan tunggu, di situ sudah ada Eurico Gutteres. Saya hampiri dia, saya bilang saya banyak bicara dengan Laffae dan dia menyampaikan salam untuknya. Eurico memandang saya agak lama, pasti karena saya menyebut nama Laffae itu.
Sore, 7 Novembe3, 1999, saya mendarat di Jakarta.
Penduduk Timtim mengungsi ke Atambua, NTT. Sungguh tidak mudah mereka mengungsi. Polisi UNAMET berusaha mencegah setiap bentuk pengungsian ke luar Dili. Namun hanya sedikit yang bisa mereka tahan di Dili.
Di kamp-kamp pengungsian Atambua, keadaan sungguh memiriskan hati. Orang-orang tua duduk mecakung; anak-anak muda gelisah ditelikung rasa takut; sebagian digerayangi rasa marah dan dendam; anak-anak diliputi kecemasan. Mereka adalah yang memilih hidup bersama Indonesia. Dan pilihan itu mengharuskan mereka terpisah dari keluarga.
Pemerintah negara yang mereka pilih sebagai tumpuan hidup, jauh dari menyantuni mereka. Kaum milisi pro-integrasi dikejar-kejar tuntutan hukum atas ‘kejahatan terhadap kemanusiaan’, dan Indonesia, boro-boro membela mereka, malah ikut mengejar-ngejar orang Timtim yang memilih merah putih itu. Eurico Guterres dan Abilio Soares diadili dan dihukum di negara yang dicintai dan dibelanya.
Jendral-jendral yang dulu menikmati kekuasaan di Timtim, sekarang pada sembunyi. Tak ada yang punya cukup nyali untuk bersikap tegas, misalnya: “Kami melindungi rakyat Timtim yang memilih bergabung dengan Indonesia.” Padahal, mereka yang selalu mengajarkan berkorban untuk negara; menjadi tumbal untuk kehormatan pertiwi, dengan nyawa sekalipun.
Sementara itu, para pengungsi ditelantarkan. Tak ada solidaritas kebangsaan yang ditunjukkan pemerintah dan militer Indonesia.
Inilah tragedi kemanusiaan. Melihat begini, jargon-jargon negara-negara Barat, media asing, tentang ‘self determination’, tak lebih dari sekedar ironi pahit. Sikap negara-negara Barat dan para aktifis kemanusiaan internasional yang merasa memperjuangkan rakyat Timtim jadi terlihat absurd. Sebab waktu telah membuktikan bahwa yang mereka perjuangkan tak lebih tak kurang adalah sumberdaya alam Timtim, terutama minyak bumi, yang kini mereka hisap habis-habisan.
Pernah Laffae menelepon saya dari Jakarta, kira-kira 3 bulan setelah malapetaka itu. Ketika itu saya tinggal di Bandung. Dia bilang ingin ketemu saya dan akan datang ke Bandung. Saya sangat senang. Tapi dia tak pernah datang..saya tidak tahu sebabnya. Mudah-mudahan dia baik-baik saja.
***
12 TAHUN BERALU SUDAH. APA KABAR BAILOUT IMF YANG 43 MILYAR DOLAR ITU? SAMPAI DETIK INI, UANG ITU ENTAH DI MANA. ADA BEBERAPA PERCIK DICAIRKAN TAHUN 1999-2000, TAK SAMPAI SEPEREMPATNYA. DAN TIDAK MENOLONG APA-APA. YANG TERBUKTI BUKAN MENCAIRKAN DANA YANG DIJANJIKAN, TAPI MEMINTA PEMERINTAH INDONESIA SUPAYA MENCABUT SUBSIDI BBM, SUBSIDI PANGAN, SUBSIDI LISTRIK, YANG MEMBUAT RAKYAT INDONESIA TAMBAH MISKIN DAN SENGSARA. ANEHNYA, SEMUA SARANNYA ITU DITURUT OLEH PEMERINTAH RENDAH DIRI BIN INLANDER INI.
Yang paling dibutuhkan adalah menutupi defisit anggaran. Untuk itulah dana pinjaman [bukan bantuan] diperlukan. Namun IMF mengatasi defisit angaran dengan akal bulus: mencabut semua subsidi untuk kebutuhan rakyat sehingga defisit tertutupi, sehingga duit dia tetap utuh. Perkara rakyat ngamuk dan makin sengsara, peduli amat.
Melengkapi akal bulusnya itu IMF meminta pemerintah Indonesia menswastakan semua perusahaan negara, seperti Bank Niaga, BCA, Telkom, Indosat.
Pernah IMF mengeluarkan dana cadangan sebesar 9 milyar dolar. Tapi, seperti dikeluhkan Menteri Ekonomi Kwik Kian Gie ketika itu, seperak pun dana itu tidak bisa dipakai karena hanya berfungsi sebagai pengaman. Apa bedanya dengan dana fiktif?
Lagi pula, kenapa ketika itu pemerintah Indonesia seperti tak punya cadangan otak, yang paling sederhana sekalipun. KENAPA MAU MELEPAS TIMTIM DENGAN IMBALAN UTANG? BUKANKAN SEMESTINYA KOMPENSASI? ADAKAH DI DUNIA INI ORANG YANG HARTANYA DI BELI DENGAN UTANG? NIH SAYA BAYAR BARANGMU. BARANGMU SAYA AMBIL, TAPI KAU HARUS TETAP MENGEMBALIKAN UANG ITU. BUKANKAH INI SAMA PERSIS DENGAN MEMBERI GRATIS? DAN DALAM KASUS INI, YANG DIKASIH ADALAH NEGARA? YA, INDONESIA MEMBERI NEGARA KEPADA IMF SECARA CUMA-CUMA.
Kalau saya jadi wakil pemerintah Indonesia waktu itu, saya akan menawarkan ‘deal’ yang paling masuk akal: “Baik, Timor Timur kami lepas tanpa syarat. Ganti saja dana yang sudah kami keluarkan untuk membangun Timtim selama 24 tahun.” Dengan demikian, tidak ada utang piutang.
SAMPAI HARI INI INDONESIA MASIH MENYICIL UTANG KEPADA IMF, UNTUK SESUATU YANG TAK PERNAH IA DAPATKAN. SAYA HARAP GENERASI MUDA INDONESIA TIDAK SEBODOH PARA PEMIMPIN SEKARANG.

Kita  memilih ISLAM. karena .........................

Agama yang dengan bangga kita menisbatkan diri kepadanya, berdakwah dengannya dan berkumpul karenanya, Dialah agama Islam yang difirmankan oleh Allah :

Ali Imran:9     "Sesungguhnya agama (yang diridhoi) disisi Allah hanyalah  ISLAM"

Ali Imran: 85  "Barangsiapa mencari agama selain agama ISLAM, maka sekali kali tidaklah akan  
                          diterima  (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat   termasuk orang orang yang
                          rugi"

Ali Imran :83  "Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah,  padahal
                          apa yang ada dilangit   dan dibumi berserah diri berserah diri kepadaNYA (baik)
                          suka maupun terpaksa"
Agama Islam adalah agama yang HAQ  dan Agama yang diterima, agama penutup karena

Rasullullahu Alaihi wa Sallam hkan bersabda
                         "Tidak ada nabi lagi sesudahku"

dalam surat Al-Fatihah Allah berfirman  "Tunjukkilah kami jalan yang lurus yaitu jalan orang orang yang telah engkau anugrahkan nikmat  kepada mereka"
Jalan yang lurus disini adalah agama yang dianut para Nabi, para shiddiq,  shuhada dan kaum shalih seperti firman Allah

An-Nisaa:69 "Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul(NYA), mereka akan bersama sama
                       dengan  orang orang yang dianugrahkan nikmat oleh Allah, yaitu nabi, para shiddiqqin,
                       orang orang yang  mati syahid dan orang orang sholeh. Dan mereka itulah teman yang
                       sebaik baiknya "

Telah syahih di dalam al-Sunnah bahwa ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi  wa Salam menyebutkan ayat ini "bukan jalan yang dimurkai Allah dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat" beliau mengatakan yang dimurkai adalah Yahudi dan yang sesat adalah Nasrani.

YAKINILAH BAHWA JANJI ALLAH ITU SUNGGUH SUNGGUH TERJADI.   Dan PENUHILAH SYARATNYA..  Allah berjanji kepada Orang orang Beriman.

Ali Imran: 110  "Kamu (Umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyuruh
                           kepada yang makruf dan mencegah dari  yang mungkar, beriman kepada Allah"

Ali Imran : 102 "Wahai orang orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah  sebenar benarnya
                           taqwa kepadaNYA  dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim"

Albaqarah :208 "Masuklah kedalam Islam secara kaffah (keseluruhan)"

As Saff :9          "Dialah yang mengutus RasulNYA dengan membawa petunjuk dan agama yang
                            benar .Untuk  memenangkannya diatas segala agama walaupun orang orang
                            musyrik membencinya"

An Nur :55        "Dan Allah telah berjanji kepada orang orang beriman diantara kamu dan
                            mengerjakan amal  shalih bahwa DIA SUNGGUH SUNGGUH AKAN
                            MENJADIKAN MEREKA BERKUASA DIMUKA BUMI,  sebagai mana Dia
                            telah menjadikan orang orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan
                            meneguhkan agama yang telah diRidhoinNYA untuk mereka......"

 Al Anbiya :105 "Bahwa bumi ini dipusakai hamba hambaku yang shaleh"

 Dalam hadist Nabi Shallallahu Alaihi wa Salam bersabda  "Demi Allah yang jiwa Muhammad ada
                            ditanganNYA, tidak ada seorangpun dari umat ini apakah Yahudi atau Nasrani yang
                            mendengar tentang aku kemudian ia mati dan tidak beriman kepada agama yang
                            aku bawa melainkan ia menjadi penghuni neraka" (HR. Muslim)

 Dari Jabir bin Abdillah, bahwa Umar bin Khattab mendatangi Nabi saw dengan kitab yang dia
 dapatkan dari sebahagian ahli kitab, lalu Nabi Shallallahu Alaihi wa Salam bersabda
                          "Apakah mereka bingung mengenainya wahai anak Khattab. Demi zat yang jiwaku
                           ada ditangan NYA , Sungguh telah aku bawakan dia (pengganti Taurat) dalam
                           keadaan  putih lagi suci . Demi Zat yang jiwaku ada di tanganNYA , seandainya
                           Musa Alaihis Salam keadaannya hidup maka tidak ada kelonggarannya kecuali ia
                           mengikutiku"
Sudah Sunatullah kalau yang haq dan batil akan selalu berhadapan dan Allah telah memperingatkan umat Islam agar selalu waspada :

Albaqarah :120 "Orang orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu
                           mengikuti agama  mereka, Katakanlah "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah
                           petunjuk (yang sebenarnya) Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah
                           ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada  bagimu pelindung dan penolong
                           dari Allah."

Berbagai cara telah dilakukan orang orang kafir  untuk memurtadkan umat Islam, dan mendominasi umat Islam :
1. Kawin (menikah) antar agama
2. Pura pura Masuk Islam, menikahi  pemuda pemudi Islam dengan pura pura masuk agama
     Islam     dan kemudian pindah lagi ke Kristen dan membawa  istri dan anak anaknya juga 
     menjadi kristen
3. Menguasai pemerintahan pusat maupun daerah juga  ABRI
4. Jabatan jabatan penting dikendalikan oleh  tokoh tokoh Kristen  agar memberikan fasilitas
    dan segala kemudahan bagi orang kristen untuk bekerja, sekolah, masuk ABRI , masuk
    universitas,kenaikan pangkat dll. Proses nepotisme diutamakan dikalangan orang orang
    Kristen.
5. Disamping memurtadkan Kristen berusaha untuk menambah jumlah orang Kristen dan
    mengurangi jumlah umat Islam dengan cara ,:
                 1. KB.....  orang orang kristen dilarang ber KB,
                     Mereka mengupayakan  KB dikalangan Islam dengan berbagai cara dengan
                     menginformasikan kb kepada ulama, kyai, santri ,tokoh Islam. dokter, bidan, perawat
                     Dan pegawai BKKBN haruslah orang orang kristen. dan mereka berupaya dokter
                     dokter  dari golongan kristen.
                 2. Memberi lapangan kerja
6. Memperbanyak rumah sakit Kristen di seluruh indonesia
7. Perbanyak SD, SMP, SMU, Universitas Kristen di seluruh Indonesia .Posisi posisi penting dalam
    jajaran Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mereka kuasai, agar
    memberi fasilitas kepada siswa dan mahasiswa kristen. Posisi kristen di bidang pendidikan akan
    sangat menentukan generasi mendatang,  memasukan Ajaran ajaran Kristen penuh dalam      
    kurikulum.
    Mereka mempengaruhi kurikulum di sekolah sekolah termasuk sekolah sekolah Islam,, dan
    memberikan beasiswa kepada  dosen Universitas Islam untuk belajar Agama Islam kepada orang
    orang kafir di barat, amerika, Perancis, Canada, Australia dll. mereka belajar Islam dari orang yang
    Anti Islam, dan setelah tamat mereka disebar di seluruh nusantara , sehingga yang terjadi adalah
    Penghancuran Islam dari dalam  oleh orang orang yang berprofesi sebagai guru atau pendidik
7. Menguasai Media yang ada
    Mereka menghembuskan fitnah, memutar balik fakta, mereka merubah pola pikir umat Islam
    menjauhkan umat Islam dari ajaran agamanya sehingga dapat mengeruk sebuah Idealisme ataupun
    Pedoman , Aqidah serta adat Istiadat sehingga tidak lagi sesuai lagi dengan Pedoman awal am m
    yaitu Aqidah Islam berdasarkan Alquran dan As Sunnah.
    Sungguh .......... beragam media yang ada di dunia ini sanggup mengubah "mind set" mayoritas
    Umat Islam  .  Aurat wanita dijadikan kesenian dan kebebasan, maksiat menjadi hak azazi dan
    hiburan. fitnah menjadi penerangan,  Derita menjadi berita serta beragam kesesatan.
                 Mereka melekatkan label label keji kepada kaum Muslimin , Radikal, garis keras, Teroris
    Fundamentalis dsbnya hanyalah ciptaan  mereka . Perang melawan Terorisme yang telah puluhan
     tahun dilancarkan kaum kufar terhadap Islam kemudian ditambah dengan program        
    Deradikalisasi        ( menihilkan nilai nilai Islam) sesungguhnya adalah sebuah "Grand Strategy"
    musuh musuh Islam, salah satu strategi orang orang Kafir untuk menghancurkan Islam dari umat 
    Islam.
    Dengan menggunakan media  mereka  membentuk opini Umat Islam sesuai dengan apa yang
    yang mereka mau. mereka tidak menyuruh umat Islam murtad secara langsung, tapi tetap sebagai
    muslim namun cara berpikirnya seperti orang kristen, sehingga mereka selalu setuju dan
    membela program program kristen , dan terjadilah, umat Islam menghancurkan agamanya sendiri
    tanpa menyadari.
8. Investasi
     mereka datang dengan  menjanjikan  kemajuan, kemewahan, lapangan kerja , penghasilan , dll,
     padahal mereka mengambil kekayaan kita dan menghisap mata pencaharian kita.
9.  Membeli tanah kaum Muslimin walau dengan harga yang tinggi.
10.Memberikan pinjaman, memberikan beasiswa, menjadikan anak anak  kaum Muslimin sebagai
     anak Asuh dll

Nabi Muhammad Shallallahu  Alaihi wa Salam menegaskan :  "Barang siapa mengganti agamanya
                         maka bunuhlah dia"

Mereka dengan berbagai dalih dan alasan melancarkan upaya upaya untuk memurtadkan kaum Muslimin dan ingin menguasainya . TAHUN 2020 Kristen ingin Presiden, Gubernur, bupati, walikota,dan jabatan jabatan penting lainnya dari kalangan kristen.
Apakah kita akan tinggal diam........????? apakah kita rela dikuasai orang kafir.......??????

UMAT ISLAM DILARANG MEMILIH PEMIMPIN KAFIR

Al Mujadalah : 22 " Kamu tidak akan mendapati  suatu kaum yang beriman kepada
                        Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang orang yang menentang
                        Allah dan RasulNYA sekalipun orang orang itu bapak bapakmu,atau anak
                        anakmu,atau saudara saudara ataupun keluarga mereka"

An Nisa :144 "Wahai orang orang beriman.... JANGANLAH KAMU MENJADIKAN ORANG
                         ORANG  ORANG KAFIR SEBAGAI PEMIMPIN ....."

An Nisa :138-139  "Kabarkanlah kepada orang orang munafik bahwa mereka akan mendapat azab
                         yang pedih yaitu orang orang yang menjadikan orang orang kafir sebagai 
                         PEMIMPIN ...."

Almaidah :51 "Wahai orang orang beriman janganlah kamu menjadikan orang yahudi dan nasrani
                         sebagai teman setiamu, mereka satu sama lain saling melindungi, Barangsiapa
                         diantaramu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk
                         golongan mereka, ..."

Ali Imran :118 "Wahai orang orang beriman, janganlah kalian mengambil untuk dijadikan teman
                         kepercayaa kalian orang orang diluar kalangan kalian (karena mereka tak henti
                         hentinya menimbulkan kemudaratan bagi kalian. Telah nyata kebencian dari mulut
                         mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi...."

Al Mujadalah :14 "Tidakkah kamu perhatikan orang orang MUNAFIK yang menjadikan suatu kaum
                         yang dimurkai Allah sebagai sahabat"

Al Maidah: 56 "Dan barangsiapa menjadikan Allah, RasulNYA, dan Orang orang beriman sebagai
                          PENOLONGnya maka sungguh, pengikut (agama) Allah itulah yang menang"

Rasullullah Shallallahu Alaihi wa Salam bersabda :
                        "Imam (kepala negara) itu bagai perisai, umat dilindungi dari perang yang dilakukan
                         oleh  siapapun, ia menjadi tempat berlindung. (HR. Muslim)

Ali Imran :149 "Hai orang orang beriman, jika kamu mentaati orang orang kafir itu niscaya mereka
                         mengembalikan  kamu kebelakang (kepada kekafiran) lalu jadilah kamu orang orang
                         yang rugi"

Al Anfal :73    "Dan orang orang kafir sebahagian mereka melindungi sebahagian yang lain, jika
                         kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi)
                         niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar"

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Salam bersabda
                         "Perumpamaan orang orang mukmin dalam saling mengasihi , saling menyayangi,
                          saling  menyantuni adalah bagaikan satu tubuh. bila salah satu bagian tubuh
                          menderita sakit, maka   terasa sakitnya keseluruh tubuh"

Albaqarah :217"Mereka tidak henti hentinya memerangi kamu sampai mereka mengembalikan
                         (memurtadkan) kamu dari agamamu , kalau sekiranya mereka mampu"

Al Hajj :40      "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang orang yang menolong agama
                         Allah,  sesungguh nya Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa"

 Al-Mumtahanah : 13.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan PENOLONGMU kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa."

Al-Maa-idah 80-81

"Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasiq."
Al-Qur'an mengancam azab bagi yang jadikan kafir sebagai pemimpin/teman setia

QS 58: Al-Mujaadilah 14-15

"Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan."

Ali Imran :200 "Hai orang orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan
                          tetap lah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya
                          kamu beruntung"

Annisa :71       "Wahai orang orang yang beriman.... Bersiap siagalah kamu........................."

Al A'raf :96      "Dan sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa, PASTI kami
                          limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan dari bumi"

Al Hujarat :10   "Sesungguhnya orang orang mukmin bersaudara"

Al Hasyr : 9      "dan Mereka mengutamakan saudara saudara mereka atas dirinya sendiri walaupun
                           mereka mereka juga memerlukan ( dalam keadaan sempit)"

Almaidah : 2    "Tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan taqwa dan janganlah
                          kamu tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran"

Islam mempunyai manhaj yang jelas dan sempurna dalam seluruh Aspek Kehidupan manusia baik rohani, politik, ekonomi, moral dan sosial,, Allah telah berfirman tentang wajibnya masuk dalam seluruh manhaj dan tasyri' Islam. dalam Alquran surat Albaqarah :208
Musuh musuh Islam ingin menghancurkan Islam dengan menjebol pondasi bangunan umat ini yaitu Aqidah Islam. karena Aqidah satu satunya kunci pertama kekuatan Islam. Tidak sedikit orang yang mengaku beriman dewasa ini berpendapat " bahwa untuk meraih kejayaan, kita mesti menerima bahkan meyakini serta menerapkan segala tata cara hidup yang ditawarkan oleh peradaban MAJU dunia barat.  Sedemikian yakinnya mereka sehingga apa apa yang datang dari barat seolah merupakan petunjuk yang pasti benarnya. Mereka lupa bahwa sumber petunjuk hidup yang sebenarnya ialah apa apa yang datang dari Allah Subhanahu wa Taala melalui RasulNYA yang terakhir Muhammad Shollallahu Alaihi wa Salam.

       Kenapa umat Islam mengalami kemerosotan drastis dalam berbagai segi...????  sehingga sebahagian besar umat Islam tak tahu arah dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Mereka lebih mengutamakan dunianya ketimbang Diennya. Kesyirikan, kekufuran, kemaksiatan terjadi dimana mana.  Dan sangat aneh saat ini...........................  Ada orang yang mengaku sebagai pimpinan ormas Islam, tokoh Islam di Indonesia tetapi bermuka manis bahkan berada di barisan kelompok Kristen berhadapan dengan umat Islam.. Oleh karena itu umat Islam perlu merapatkan Barisan dan memperkuat persatuan
Marilah kita sepakat :
1. Tidak akan membiarkan saudara saudara kita di murtadkan
2. Tidak akan berpecah belah dan hati hati dengan  upaya orang kafir mengadu domba
3. Tidak akan menjual tanah walau sejengkalpun kepada orang kafir walau mereka mampu membeli
     dengan harga tinggi.
4. Tidak akan percaya kepada kebaikan orang orang kafir,
5. Membiasakan kembali Mempelajari Alquran dengan kandungan isinya dan menerapkan dalam
     kehidupan
6. Melakukan kontrol Sosial dengan cara saling nasehat menasehati untuk kebaikan dan melarang
     orang berbuat mungkar kewajiban bersama.
7. Tidak akan menyekolahkan anak anak ke sekolah Kristen
8. Tidak akan memilih pemimpin kafir,,,,, waspadalah mereka ingin menguasai umat Islam
9.  Meramaikan Sholat Jamaah di Mesjid dan majelis Ilmu di mesjid agar terjalin Ukhuwah
10. waspadalah,  berhati hatilah.......
11. Senantiasa memperhatikan dunsanak, kaum kerabat, saudara saudara kita  yang kekurangan
      dipastikan mendapat bantuan , meringankan kesulitan saudara saudara kita

Salah satu negeri yang menjadi sasaran dan target utama Kristenisasi dan  pemurtadan adalah Indonesia, yang secara kuantitas adalah penduduk dengan jumlah Muslim terbesar di dunia,dan bagi mereka (misionaris) keberhasilan mengkristenkan Indonesia, merupakan barometer keberhasilan mereka mengkristenkan dunia.
Karena itu mereka berupaya melakukan segala cara untuk dapat merealisasikan niat dan tujuan tersebut agar dapat terwujud.  Salah satu dari cara yang mereka lakukan adalah dengan memperbanyak jumlah tempat ibadah (gereja) disetiap daerah-daerah perkampungan, perumahan atau pertokoan dimana banyak mayoritas kaum Muslimin tinggal.
Secara perlahan dan pasti mereka awali dengan mengadakan arisan terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan mengadakan kebaktian bila masyarakat setempat acuh dan tidak ambil pusing dengan urusan mereka, lalu mereka akan datangkan jemaat dari luar kampung yang lebih banyak lagi kemudian  meningkatkan  dengan membangun sarana ibadah berupa gereja dan merubah status rumah menjadi tempat ibadah

Itulah diantara misi didirikannya gereja sebagai bagian yang tak terpisahkan dari upaya pengkabaran Injil diseluruh penjuru dunia, Gereja-gereja dan gerakan misi terus bergerak untuk meraih tujuan tersebut supaya semua Gereja yang ada di Indonesia dapat bersatu sehingga Indonesia dapat mengalami  tranformasi dan dapat di menangkan oleh Kristen di tahun 2020 mendatang.      
Usaha–usaha mereka dalam mewujudkan pendirian gereja :
  1. Menempatkan orang- orang pilihan mereka untuk menjadi kepala daerah atau kepala pemerintahan bahkan menguasai jajaran birokrasi terutama dalam bidang bidang yang sangat strategis (badan pertanahan, perumahan, kependudukan dll), sehingga dengan mudah mereka mengetahui pemetaan jumlah penduduk, lahan-lahan kosong yang tidak tergarap untuk mereka beli atau manfaatkan.
  2. Membeli tanah atau rumah di daerah yang setrategis dengan membayar harga yang lebih tinggi atau berlipat-lipat yang nantinya akan diperuntukan untuk rumah atau bangunan ibadah (gereja).  
  3. Menempatkan anggota-anggota jemaat disekitar masjid dengan tujuan untuk memantau dan mengawasi kondisi perkembangan ummat Islam di daerah tersebut
  4. Mendekati perangkat desa atau kampung dari mulai level RT sampai camat dengan cara memberikan bantuan uang atau pembagian sembako atau mengadakan kegiatan berupa layanan kesehatan dan bakti sosial.
  5. Merubah status rumah yang mereka tempati dari rumah tinggal untuk dijadikan rumah ibadah, bahkan mereka memperluas dengan membeli rumah atau tanah disebelahnya dengan harga sangat tinggi
  6. Mendatangi rumah-rumah warga setempat dengan dalih silatuhrahmi, dengan memberikan brosur, pamflet buletin atau tabloid yang berisi ajaran mereka
  7. Mengadakan kegiatan-kegiatan baksos, semisal pengobatan gratis, pembagian sembako, bazar-bazar murah dengan mereka yang mendapatkan kupon harus menyertakan foto copi KTP dan membubuhkan tanda- tangan, yang kemudian mereka pergunakan untuk syarat perijinan  pembangunan gereja.    
Itulah upaya yang mereka lakukan dalam mengemban misi dan program Kristenisasi, memurtadkan ummat Islam dari agamanya.  Lalu apa yang seharusnya kita lakukan sebagai umat Islam dalam menghadapi bahaya Kristenisasi dan permurtadan ini?
Sikap umat islam dalam menghadapi bahaya kristenisasi dan pemurtadan :
  1. Memberikan kesadaran kepada ummat Islam akan pentingnya bahaya Kristenisasi dan pemurtadan serta  mengajak ummat Islam untuk turut aktif dalam pengajian, taklim dan  kajian- kajian keislaman untuk menambah wawasan keilmuan
  2. Senantiasa mewaspadai gerak gerik kaum kafir salibis disekitar kita dan jangan ikut larut dalam kegiatan-kegiatan mereka sebagaimana firman Allah dalam surat Al-baqarah : “Wahai orang orang yang beriman janganlah kalian terpedaya oleh gerak gerik orang orang kafir yang ada di sekitarmu”.
  3. Menolak terang-terangan apabila ada upaya mereka membangun Gereja atau tempat ibadah yang tidak sesuai dengan peraturan bersama menteri agama dan menteri dalam negri NO 8 & 9 tahun 2006.
  4. Mengungkap dan memberitahukan fakta dan data tentang Kristenisasi kepada aparat serta pihak-pihak terkait.
  5. Meningkatkan rasa ukhuwah Islamiyah dikalangan ummat Islam agar terciptanya ta’liful qulub(persatuan hati) guna membentengi diri umat dari bahaya Kristenisasi dan pemurtadan.
  6. Tidak menjual rumah atau tanah kepada pihak-pihak yang tidak jelas walaupun dijanjikan dengan harga yang sangat mahal terutama kepada orang Kristen.
Apabila umat Islam tidak lagi mau nasehat menasehati, tolong menolong, saling melindungi, dan tidak mau berjuang dengan harta dan jiwa nya dan tidak lagi mau berdakwah maka Allah akan mendatangkan musuh musuh Allah untuk menghabisi umat Islam oleh karena itu marilah kita semua
waspada ,,,, Umat Islam jangan bercerai berai , jangan terpecah belah , jangan terlalu sibuk dengan perbedaan furu', sibuk dengan perbedaan yang ranting ranting .  Yang harus dikedepankan adalah persatuan. Marilah kita benahi umat yang masih awam dengan agamanya dan mari kita bersatu padu membendung pemurtadan.

Ditangan Wali Nagari, Niniak mamak, Cadiak Pandai, Alim Ulama, Bundo Kanduang dan semua kaum Muslimin tanggung jawab ini,  Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kalau tidak kaum itu sendiri yang merubahnya.

JALAN HIDUP ...
Sesungguhnya Nabi Saw tidak meninggalkan warisan berupa dinar atau dirham. Yang beliau wariskan adalah dakwah yang diserukan, ilmu guna mentarbiyah diri pribadi dan orang lain, petunjuk, ketakwaan, iman, khusu' ikhlas, dan yakin.

Dien ini hanya akan dipikul oleh orang orang yang bertekad baja. Bagaimana mungkin Islam akan tegak dan jaya dan mulia tanpa kemauan sekokoh Abu Bakar saat terjadi murtad massal. Saat iu ia telah lanjut usia dan ia berkata "Demi Allah , aku akan memerangi siapapun yang memisahkan antara sholat dan zakat. Sesungguhnya zakat adalah hak harta. Demi Allah sekiranya mereka tidak membayarkan satu iqal yang mereka bayarkan kepada Rasulullah niscaya aku akan benar benar memerangi mereka karenanya"............. .................... dan apa yang dikatakannya ketika pasukan yang dikirim Rasul kemudian Rasul wafat.. " Demi Allah yang tiada Ilah yang haq selain Dia. kalaupun anjing anjing menyeret kaki istri-istri Rasulullah aku tidak akan menarik mundur pasukan yang telah diberangkatkan oleh Rasulullah dan aku tidak akan melipat panji yang telah dikibarkan oleh Rasulullah."

Bagaimana mungkin Islam akan tegak dan mendapatkan izzah (kemuliaan) tanpa tekad baja seperti tekad Mush'ab bin Umeir tekad yang membuatnya meninggalkan kehidupan masa muda masa hura hura menuju kehidupan yang keras , fakir, bersahaja. Tekad yang telah menjadikan Mush'ab sebagai pintu masuk Islamnya kebanyakan penduduk Madinah. Mush' ab memiliki tekad baja, ia memegang panji dalam perang Uhud, tangan kanannya terputus, sehingga ia memegangnya dengan tangan kiri. Tangan kirinya pun terputus, maka ia memegang panji dengan kedua lengannya. Dalam keadaan seperti itu, Ibnu Qum'ah terlaknat menyabetkan pedangnya, dan Mush'ab pun gugur.

Islam butuh pemuda yang punya cita cita , semangat yang tinggi dalam menegakan Dien ini. Ketika perang Uhud , dua pemuda Sahabat Rasul yang bersaudara . Salah seorang dari keduanya mengisahkan sendiri tentang himmahnya yang tinggi. " Aku dan saudara kandungku sama sama mengikuti perang Uhud bersama Rasullullah . Kami berdua pulang dalam keadaan terluka parah. Ketika seorang utusan Rasullullah mengumndangkan seruan untuk keluar kembali mengejar musuh , aku katakan kepada saudaraku atau ia katakan kepadaku.' apakah kita akan kehilangan kesempatan berperang bersama Rasulullah. Demi Allah kami tidak memiliki tunggangan untuk berangkat padahal kami berdua benar benar terluka parah. Kendati demikian tetap berangkat bersama Rasulullah. Lukaku lebih ringan dari saudaraku. Ketika ia benar benar tidak mampu lagi berjalan, maka aku menggendongnya . Jika aku kelelahan iapun berjalan tertatih tatih dan begitu seterusnya sampai kami berdua tiba di tempat pemberhentian kaum muslimin" . padahal jarak lebih dari delapan mil dari kota Madinah.

Islam butuh orang seperti Abu bakar disaat murtad massal , Khalid saat perang Yarmuk semacam hari Sa'ad saat perang Qdisiyah , semacam hari Muhammad al Fatih saat penaklukan Konstaantinopel.

Dasar-dasar Dalam Memilih Pemimpin
Berikut ini adalah sejumlah Dalil Qur’ani beserta Terjemah Qur’an Surat (TQS) yang menjadi dasar untuk bersikap dalam memilih pemimpin :
1. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin
QS. 3. Aali ‘Imraan : 28.
{لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ} [آل عمران: 28]
“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN/PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Alloh, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Alloh memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Alloh kembali(mu).”
QS. 4. An-Nisaa’ : 144.
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُبِينًا} [النساء: 144]
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Alloh (untuk menyiksamu) ?”
QS. 5. Al-Maa-idah : 57.
{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ} [المائدة: 57]
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Alloh jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.”
2. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin walau Kerabat sendiri :
QS. 9. At-Taubah : 23.
{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا آبَاءَكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْإِيمَانِ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ } [التوبة: 23]
”Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan BAPAK-BAPAK dan SAUDARA-SAUDARAMU menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
QS. 58. Al-Mujaadilah : 22.
{لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ} [المجادلة: 22]
“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Alloh dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Alloh dan Rasul-Nya, sekali pun orang-orang itu BAPAK-BAPAK, atau ANAK-ANAK atau SAUDARA-SAUDARA atau pun KELUARGA mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada- Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Alloh ridha terhadap mereka, dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Alloh. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.”
3. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai teman setia
QS. 3. Aali ‘Imraan : 118.
{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ } [آل عمران: 118]
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi TEMAN KEPERCAYAANMU orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”
QS. 9. At-Taubah : 16.
{ أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تُتْرَكُوا وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَا رَسُولِهِ وَلَا الْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ} [التوبة: 16]
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan sedang Alloh belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi TEMAN SETIA selain Alloh, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman? Dan Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
4. Al-Qur’an melarang saling tolong dengan kafir yang akan merugikan umat Islam
QS. 28. Al-Qashash : 86.
{ وَمَا كُنْتَ تَرْجُو أَنْ يُلْقَى إِلَيْكَ الْكِتَابُ إِلَّا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ ظَهِيرًا لِلْكَافِرِينَ} [القصص: 86]
“Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi PENOLONG bagi orang-orang kafir.”
QS. 60. Al-Mumtahanah : 13.
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ قَدْ يَئِسُوا مِنَ الْآخِرَةِ كَمَا يَئِسَ الْكُفَّارُ مِنْ أَصْحَابِ الْقُبُورِ} [الممتحنة: 13]
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan PENOLONGMU kaum yang dimurkai Alloh. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.”
5. Al-Qur’an melarang mentaati orang kafir untuk menguasai muslim
QS. 3. Aali ‘Imraan : 149-150.
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ (149) بَلِ اللَّهُ مَوْلَاكُمْ وَهُوَ خَيْرُ النَّاصِرِينَ } [آل عمران: 149، 150]
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu MENTAATI orang-orang yang KAFIR itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Alloh), Alloh lah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong.”
6. Al-Qur’an melarang beri peluang kepada orang kafir sehingga menguasai muslim
QS. 4. An-Nisaa’ : 141.
{… وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا} [النساء: 141]
“…… dan Alloh sekali-kali tidak akan MEMBERI JALAN kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.”
7. Al-Qur’an memvonis munafiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin
QS. 4. An-Nisaa’ : 138-139.
{ بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (138) الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا} [النساء: 138، 139]
“Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu ? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Alloh.”
8. Al-Qur’an memvonis ZALIM kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin
QS. 5. Al-Maa-idah : 51.
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ } [المائدة: 51]
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang ZALIM.”
9. Al-Qur’an memvonis fasiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin
QS. 5. Al-Maa-idah : 80-81.
{تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ (80) وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ} [المائدة: 80، 81]
“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Alloh kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Alloh, kepada Nabi dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang FASIQ.”
10. Al-Qur’an memvonis sesat kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin
QS. 60. Al-Mumtahanah : 1.
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ أَنْ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِي تُسِرُّونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا أَخْفَيْتُمْ وَمَا أَعْلَنْتُمْ وَمَنْ يَفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ } [الممتحنة: 1]
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Alloh, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah TERSESAT dari jalan yang lurus.”
11. Al-Qur’an mengancam azab bagi yang jadikan kafir sbg Pemimpin / Teman Setia
QS. 58. Al-Mujaadilah : 14-15.
{أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ تَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مَا هُمْ مِنْكُمْ وَلَا مِنْهُمْ وَيَحْلِفُونَ عَلَى الْكَذِبِ وَهُمْ يَعْلَمُونَ (14) أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ} [المجادلة: 14، 15]
“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Alloh sebagai teman ? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Alloh telah menyediakan bagi mereka AZAB yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.”
12. Al-Qur’an mengajarkan doa agar muslim tidak menjadi sasaran fitnah orang kafir
QS. 60. Al-Mumtahanah : 5.
{رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ} [الممتحنة: 5]
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (SASARAN) FITNAH bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(faesal/ Dari VOA-Islam)
KeIslaman bapak Joko Widodo masih diragukan(Menurut saya — faesal).
Wah wah wah, yang ini sebenarnya, saya terlalu gegabah mengambil Keputusan, ucapan saya ini belum bisa dipastikan, tetapi dengan beberapa Sumber yang ada, terlihat bahwa Bapak Jokowi ini masih Diragukan keIslamannya, Buktinya:
Jokowi Kesulitan Menjawab Pertanyaan Makna Ramadhan, Kenapa?
(Baca Beritanya di http://suarajakarta.co/2012/07/27/jokowi-kesulitan-menjawab-pertanyaan-tentang-makna-ramadhan-kenapa/)
Kata pak Fauzi Bowo(Foke), Pemimpin HARUS Bisa Membaca Al-Qur’an, tetapi Jawaban pak Jokowi: Ada-ada saja, masa Pemimpin Harus bisa Baca Al-Qur’an.
(Baca Beritanya di http://www.dakwatuna.com/2012/09/15/22931/jokowi-ada-ada-saja-masa-pemimpin-harus-bisa-baca-al-quran/)
Terus, Hubungannya sama Kesalahan yang Pertama apa?
Ya salahlah, wong Pak Jokowi justru “mempromosikan” upacara sesajen (kemusyrikan), dosa terbesar yang dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam. Di antaranya ada berita tentang sesajen untuk mobil Esemka yang digelar Jokowi ketika jadi Walikota Solo. Nahimunkar.com memberitakan:
Mobil Esemka: Sudah ditunggangi kemusyrikan, sudah dua kali pula tak lulus dalam uji emisi
Seperti diberitakan voa sebelumnya (Mandi Kembang Mobil Esemka: Menyambut Prestasi dengan Kemusyrikan), sehari menjelang keberangkatan Mobil Esemka ke Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) Serpong Tangerang, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menggelar Wilujengan dan Jamasan Mobil Esemka, Kamis malam (23/02/2012). Layaknya upacara selamatan dalam adat Jawa, Wali Kota Solo Joko Widodo juga menyiapkan satu set tumpeng lengkap yang berisi nasi gurih, ingkung, sambel goreng ati dan kedelai hitam.
Koordinator proses Jamasan Esemka Rajawali, Bambang Suhendro, menjelaskan, esensi acara itu adalah doa kawilujengan atau keselamatan. Selain sesajen, rangkaian bunga pandan, melati, kantil juga menjadi hiasan aksesori mobil untuk penolak bala. “Kembang setaman mawar jambon, mawar merah dan putih, kantil kuning dan kantil putih, kenanga dan melati untuk membersihkan dari sukerto atau halangan selama perjalanan,” terangnya. [taz/dbs] Kamis, 01 Mar 2012 (http://www.nahimunkar.com/mobil-esemka-sudah-ditunggangi-kemusyrikan-sudah-dua-kali-pula-tak-lulus-dalam-uji-emisi/ )
Sesajen untuk membersihkan dari sukerto (kesialan) itulah yang disebut ruwatan.
Apa itu ruwatan?
Ruwatan adalah satu upacara kepercayaan yang diyakini sebagai ritual membuang sial yang disebutsukerto alias penderitaan. Istilah ruwatan, artinya membebaskan ancaman dari marabahaya yang datangnya dari Batoro Kolo, raksasa pemakan manusia, anak raja para dewa yakni Batoro Guru. Sedangkan meminta perlindungan kepada Batoro Kolo agar tidak dimangsa dengan upacara ruwatan dan wayangan itu termasuk kemusyrikan yang dilarang dalam Al-Qur’an:
وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ(106)
”Dan janganlah kamu memohon kepada selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula mendatangkan bahaya kepadamu,jika kamu berbuat (hal itu), maka sesungguhnya kamu, dengan demikian, termasuk orang-orang yang dhalim (musyrik).” (Yunus/ 10:106). (http://www.nahimunkar.com/ruwatan-dan-kemusyrikan-dimuncul-munculkan-lagi-di-indonesia/ ).
Pelaku kemusyrikan itu jelas terancam keluar dari Islam. Bahkan kalau sudah jadi orang musyrik, maka dalam Al-Qur’an, musuh Islam yang paling dahsyat memusuhi Islam adalah Yahudi dan orang-orang musyrik.
{لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا} [المائدة: 82]
82. Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS AL-MAAIDAH: 82.)
Dari perbuatan yang melanggar keyakinan Islam itu maka saya tentunya boleh mempertanyakan pelakunya, dalam hal ini Pak Jokowi. Terus Dalil tentang Dilarangnya Muslim Memilih Pemimpin Kafir sudah saya Tulis diatas,/ faesal
(nahimunkar.com)
'Tokoh Penghina Nabi:Jokowi Itu Anugerah Tuhan' dapat dibaca di Nahimunkar.com.

BERBUATLAH MESKI SEKECIL APAPUN


Alkisah ketika Nabi Ibrahim dibakar, terlihat seekor burung Hud Hud yang sibuk terbang kesana kemari mencari air. Ketika dia menemukan sumber air, dengan paruhnya yang kecil, dia membawa air dan menyiramkan keatas api yang berkobar membakar Ibrahim.

Burung lain heran dan mempertanyakan bagaimana mungkin air itu mampu memadamkan api tersebut?...

Burung Hud Hud menjawab; "Aku tahu air ini takkan mampu memadamkan api yang membakar Ibrahim, tapi aku tak peduli. Yang penting aku telah berusaha sekuat tenaga menolong orang yang kucintai".

"Air ini juga nanti akan bersaksi di hadapan Tuhan bahwa aku telah berbuat semaksimal mungkin untuk memadamkan api tersebut".

Burung yang lain hanya bisa terdiam mendengar jawaban burung Hud Hud yang tidak disangka itu.

Teman, mungkin kita pernah merasa ketika kita membantu orang yang kesusahan di hadapan kita seperti tidak berarti apa-apa di untuk menolongnya. Tapi yakinlah bahwa kita sudah memberikan yang terbaik yang kita miliki sehingga tidak ada penyesalan ketika nanti kita diminta pertanggungjawaban atas kesulitan saudara yang tidak kita bantu.

Jadilah seperti burung Hud Hud yang meskipun dia tahu airnya tidak akan mampu memadamkan api, tapi dia berusaha sekuat tenaga. Jangan seperti burung lain yang hanya bisa mempertanyakan.
--
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" QS.63.10



harusnya mukmin bersegera dan bercita2 mati dibunuh kafirin sedang membela agama allah sedang menegakan khilafah di negeri ini karena semua keadaan menguntungkan bagi mukmin berjuang menegakan yang benaradalah jihad dan jika mati dibunuh oleh kafirin sedang membela agama allah lebih beruntung lagi mulus jalan ke surga kita berterima kasih kepada kafirin yg telah membunuh para mukmin karena dia taat membela agama allah yg celaka itu umat islam yg ga peduli dg agamanya mati konyol lebih menyakitkan lagi ...........kobarkan semangat mukmin untuk berhihad tegakan khilafah hukum islam di negeri ini kita sdh muak dg kejahatan dinegeri ini sdh melampaui ambang batas pembunuhan perkosaan korupsi skrg si kafirin coba2 memarakan mirak biang semua kebejatan moga kita semua mukmin semangat jihad melaan setiap kemungkaran sampai yg benar berjaya kebatilan hancur binasa atau kita mati dibunuh si kafirin lebih kita rindukan mati dibunub kafirin karena membela allah rasul dan islam ....selamat kepada yg sdh terbunuh ....yg celaka yg tdk mau peduli dg urusan agama dan umat

Dalam Konferensi Gereja di Quds (1935) Samuel Zweimer
Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslim. Sebagai seorang kristen tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas yang hanya mengejar kepuasan hawa nafsu”.Apakah menurut Anda, program SZ sudah berhasil? Apa contohnya. Bagi saya contohnya JIL dengan tokohnya Ulil Abshar Abdalla.