Sabtu, 26 Juli 2014

Cara James Riady Gagalkan Pilpres

url
JAKARTA (www.lasdipo.com)- James Riady kini menjadi sasaran kejengkelan tokoh Tionghoa Indonesia. James dinilai telah menempatkan komunitas Cina Indonesia dalam posisi terjepit/bahaya.
Cara-cara kotor yang dilakukan James Riady mengakibatkan posisi komunitas tionghoa terjepit dan serba salah dan dikhawatirkan akan menyebabkan konsekuensi fatal.
Jokowi sebagai boneka James terus bermanuver, berkampanye, memprovokasi, klaim menang tanpa dasar, agitasi chaos, bikin opini sesat, dll meski pilres telah usai adalah strategi yang sengaja didesain.
Strategi pengacauan/disinformasi bertujuan untuk membingungkan rakyat mengenai fakta-fakta sebenarnya seputar hasil pilpres. Lewat Jokowi, James dan kaki tangannya yang lain berusaha menyebarkankeresahan bagi rakyat Indonesia. Alhasil, lembaga resmi seperti KPU tidak akan dipercaya lagi oleh rakyat.
Ada usaha sistematis untuk mendelegitimasi KPU. Apa tujuan James Riady dan Jokowi mendelegitimasi KPU?
1. Memperkuat efektifitas penolakan terhadap hasil penetapan KPU.
2. Pilpres ulang.
3. Chaos.
4. Revolusi.
Berikut beberapa langkah James dan Jokowi untuk menggagalkan hasil pemilu:
1. Buat slogan menghasut “Jokowi hanya bisa KALAH hanya jika Pilpres dicurangi”
Slogan itu dibuat mendadak oleh kubu Jokowi ketika hasil survey selama 2 minggu intensif sebelum pilpres, hasilnya = Jokowi KALAH.
Slogan menghasut itu merupakan BUKTI bhwa Jokowi halalkan segala cara. Siap menang, tak mau kalah.
2. Manuver Jokowi kedua adalah dengan menggalang sebagian besar penyelenggara Quick Count. Sabotase hasil QC yg sebenarnya dengan QC palsu/rekayasa.
Setelah yakin pihaknya kalah dalam QC, kubu Jokowi meretas sistem IT KPU dan QC.Akibatnya sistem hang. Hal itu dimanfaatkan oleh Jokowi untuk mengklaim menang.
Bayangkan saja, Jokowi nekad klaim menang berdasarkan QC hanya 1.5 jam setelah TPS wilayah barat selesai coblos. Itupun belum selesai hitung suara.
Nekadnya Jokowi langsung klaim menang, padahal sample hanya 1800 TPS, baru masuk 70.63% atau 1.433 TPS sample = 0.018% of total TPS.
Jokowi tak peduli hasil QC salah, keliru, hasil rekayasa dan palsu. Kenapa?
Karena kubu James dan Jokowi yang rencanakan semua kepalsuan ini. Kubu Jokowi sudah rencanakan semua kekacauan ini karena dia mau gagalkan pilpres. Karena kalah Jokowi mau gagalkan pilpres.

Opini sesat ala James & Jokowi ini disupport oleh :
1. Metro Tv; milik James Riady, agen intelijen RRC.
2. Kompas, milik elit Katholik sektarian.
3. First Media Grup milik James Riady.
4. TEMPO milik Cina kafir Tomi Winata, Gunawan Moehamad & genk sosialis liberalnya.
5. Jawa Pos Grup milik Dahlan Iskan.
6. The Jakarta Post milik Kompas .
7. SCTV milik konglomeratCina,Popo dan Edi Suriatmadja.
8. Media-media lain milik Cina, Katholik/Kristen Fundamentalis.
9. Didukung lagi dengan ratusan website, blog, dan puluhan ribu akun sosmed.
10. Plus akademisi intelektual, khususnya Fisip UI cs.
Rep: Rusli
Editor: Rusli