Senin, 21 Juli 2014

Cina; Riwayat Panjang Pengkhianatan

penjajah
JAKARTA (www.lasdipo.com)- Tak ada salahnya jika warga Indonesia men-cap keturunan Tionghoa sebagai duri dalam daging. Warga Cina memang dikenal sebagai pengkhianat di Indonesia sejak ratusan tahun lalu.
Dulu, warga Cina datang ke Nusantara sebagai kuli dan budak. Mereka dibawa ke Jawa dan Sumatera jadi kuli pelabuhan, perkebunan dan pembantu rumah tangga. Warga Indonesia sendiri dikenal ramah dan tak membenci satu ras tertentu. Hanyasaja, public negeri ini pernah tak bisa menahan kemarahan dengan menjadikan warga Cina sebagai sasaran amuk massa di tahun 1980-an. Warga pribumi Indonesia merasa diperlakukan dengan jahat oleh Cina, bahkan di negeri sendiri.
Ketika VOC bangkrut, Kerajaan Belanda mengambil alih kekuasaan sebagai penjajah, warga Cina pun naik kelas dan menjadi perantara antara Belanda ke pribumi.
Ketika masa penjajahan belanda, Warga Cina jadi kolaborator, kaki tangan Belanda dan mulai menguasai bisnis eceran dan distribusi barang kebutuhan pribumi.
Ketika masa penjajahan Belanda, warga Eropa menjadi warga kelas satu. Sementara keturunan Arab, China dan Timur Jauh menjadi warga kelas dua. Pribumi asli hanya menjadi warga negara kelas tiga.
Pribumi yang dihina menjadi warga negara kelas tiga itu masih dibagi lagi dalam 3 strata. Kaum bangsawan/priyayi, kaum pegawai Belanda (amtenar) dan rakyat jelata.
Rakyat jelata dibagi menjadi dua strata lagi; rakyat jelata non Islam dan rakyat jelata muslim. Jadi pribumi muslim adalah warga negara kelas tiga dari kasta paling rendah.
Ketika masa perjuangan kemerdekaan, tidak ada satu ormas non Islam pun yang ikut berjuang merebut kemerdekaan. Sama sekali tidak ada. Cina? Justru terbukti menjadi pengkhianat.
Mayoritas Cina Indonesia jadi pengkhianat perjuangan merebut kemerdekaan. Mereka menjadi antek-antek Belanda dan musuh besar rakyat Indonesia.
Masa perjuangan kemerdekaan (1900-1945), tidak ada ormas atau komunitas non Islam yang berjuang merebut kemerdekaan. Mereka telah hidup nyaman bersama Belanda.