Senin, 29 September 2014



Tahir Agen RRC Ipar Riady Perusak Islam RI Jadi Penasihat TNI
GebrakNews - Entah apa latar belakang dan motifasinya Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko membuat keputusan kontroversial mengangkat Dato' Sri Tahir sebagai penasihat TNI. Konglomerat menantu Muchtar Riady pendiri Lippo Grup dan bos Bank Mayapada itu menjadi penasihat untuk membantu mengurusi kesejahteraan prajurit TNI.
Tahir adik ipar James Riady yang disebut pihak otoritas Amerika Serikat sebagai agen Republik Rakyat China ketika skandal sumbangan ilegal untuk kampanye capres Bill Clinton terbongkar, merupakan konglomerat pendukung utama capres Joko Widodo.
Tahir diketahui menyumbang besar saat kampanye pilkada Gubernur DKI 2012 dan pemilu pemilihan presiden 2014, Bahkan saat Joko Widodo jadi gubernur DKI Jakarta, pemilik jaringan Rumah Sakit Siloam itu menyumbang Rp 6 miliar untuk program banjir dan Rp 6 miliar untuk Bus Trans Jakarta.
Tahir juga pernah dituding sebagai oknum otak skenario dan rencana penghancuran citra Islam dan tokoh Islam Indonesia. Sumber Asatunews bahkan menyebutkan sedikitnya Tahir mengeluarkan biaya US$ 60 juta (Rp 720 miliar) untuk pembiayaan operasi intelijen, suap ke aparat-aparat hukum dan pembentukan opini yang merugikan Islam Indonesia.
Bahkan akun twitter komunitas intelijen publik @TM2000Back pernah mengungkap Tahir sebagai terduga agen pemerintah RRC, sama seperti James Riady iparnya. Upaya Tahir mengembangkan jaringan Rumah Sakit Siloam tidak semata-mata bertujuan sosial dan bisnis, melainkan tujuan strategis dalam rangka perluasan jaringan RRC di Indonesia, dengan nantinya memanfaatkan anggaran APBN untuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ratusan triliun rupiah.
Tahir pernah dipertanyakan nasionalismenya karena getol menyumbang universitas di Singapura. Terakhir Tahir menyumbang sebesar US$ 30 juta (Rp 360 miliar) untuk National Singapore University (NUS) pada tahun 2012 lalu, yang dituding sebagian kalangan sebagai upaya Tahir dan James Riady memperkuat lobi dan pengaruhnya di Singapore.
Upacara pengangkatan Tahir sebagai Penasehat Panglima TNI Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Prajurit itu dilakukan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (18/9/2014) pagi. Moeldoko dan para petinggi TNI hadir di lokasi.
"Saya mengucapkan selamat kepada Dato' Sri Prof. Dr. Tahir MBA atas pengangkatannya selaku Penasihat Panglima TNI Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Prajurit," kata Moeldoko dalam pidatonya.
Kata Moeldoko, Tahir selama ini telah banyak memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan prajurit TNI. Bahkan Tahir akan memberikan bantuan 1.000 unit rumah untuk prajurit di Jakarta.
"Beliau (Tahir) akan memberikan bantuan untuk pembangunan 1.000 rumah yang knock down untuk prajurit yang nilainya cukup besar," imbuh Moeldoko.
Moeldoko pokok Panglima TNI ada 2. Pertama, menyiapkan prajurit TNI agar siap perang. Kedua memelihara kesejahteraan prajurit. Alasan kedua itulah yang membuat dirinya mengangkat Tahir.
"Untuk itulah Panglima TNI mengangkat Bapak Tahir untuk bisa membantu tugas Panglima TNI di bidang kesejahteraan. Dengan kehadiran Pak Tahir ini, Panglima TNI semakin ringan dalam memikirkan kesejahteraan prajurit," ucap Moeldoko.
Rencana apa dibalik pengangkatan Tahir, yang juga dituding banyak kalangan sebagai agen pemerintah RRC - sebagai penasihat Panglima TNI ?
Sumber: Asatunews & GebrakNews