Jumat, 12 September 2014

Kementrian Marketing, Cara Halus Jokowi Jual Aset RI?


Jokowi asal bunyi lagi.

Di gedung RRI pusat Jakarta, Senin, 8 September 2014 kemarin Jokowi mengatakan hendak  membentuk satu divisi atau kementerian untuk mengurusi pemasaran Indonesia.

Pemasaran yang akan dilakukan tidak hanya untuk produks industri dan kerajinan masyarakat tetapi juga kekayaan alam Indonesia.

Jokowi mengatakan, Indonesia sangat kaya produk yang dapat dijual untuk memakmurkan rakyat. Sehingga untuk saat itu diperlukan menteri yang berkaitan dengan pemasaran, yang harus mengerti soal marketing. Tugas kementerian itu adalah memasarkan seluruh produk dari Indonesia.

"Tadi saya berikan contoh, produk industri kreatif, apa yang kita enggak punya? Seni pertunjukan, tari, musik, video, film, punya semuanya. Game, animasi, produk industri kreatif yang ada di kampung, bordir, tenun, perak, emas, ada semuanya. Produk wisata kita dari ujung timur sampai barat, enggak ada yang ngalahin di dunia. Produknya ada, sekarang apa yang kita perlukan saat ini, memasarkan, memarketingi produk itu," jelasnya lagi.

-----

10 tahun jauh dari pusaran kekuasaan rupanya membuat PDI P seperti banteng kelaparan. Apapun yang lewat, disikat, diembat.

Belum berkuasa, sudah berencana menaikkan BBM untuk mensubsidi gaji menteri, sudah mendesak dan meminta info dari BUMN dan kementerian strategis. Sudah mengatur dan menyusun kabinet dan yang terparah, berencana menjual Indonesia.

Inilah politik balas budi. Tak ada makan siang gratis untuk Jokowi. Bagaimana nasib rakyat?

"I don't think about that", begitu mungkin ujar Jokowi. (fs)