Selasa, 12 Agustus 2014

Mengupas Kunjungan 'Liburan' Megawati di Amerika! Ngapain Aja?

 Beberapa hari lalu Ketua Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dikabarkan menyambangi negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS). Banyak pihak mempertanyakan agenda Putri Bung Karno ini mengunjungi negeri yang kini dipimpin Barack Obama tersebut.

Menurut politisi PDI-P, Eva Kusuma Sundari, Mega hanya berlibur bersama keluarganya di Amerika. Namun Rachmawati Soekarnoputri, menduga ada agenda terselubung di balik kunjungan kakaknya tersebut. Pasalnya, kunjungan tersebut dilakukan tak lama setelah KPU memutuskan jagoan yang didukung PDIP, Joko Widodo-Jusuf Kalla keluar sebagai pemenang.

"Kalau Bung Karno dulu dengan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy menghasilkan Irian Barat kembali ke pangkuan Indonesia," jelasnya.

Namun berbeda dengan Bung Karno, kunjungan Megawati ke Washington, menurut Rachmawati, akan menghasilkan konsesi politik Papua lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Pertemuan Mega di AS dalam rangka memuluskan kepentingan kapitalis di Indonesia," ungkapnya.

Setelah Megawati dikabarkan pergi ke AS, giliran Wakil Ketua DPR Pramono Anung menerima kunjungan anggota Kongres AS, Rodney Frelinghuysen, Jim Morgan, Kay Granger, dan Ken Calvert. Spekulasi pun kembali menyeruak terkait hal tersebut. Ada pihak yang menduga negeri Paman Sam tersebut mencoba melakukan intervensi dalam pembentukan kabinet Jokowi-JK.

Namun hal itu langsung dibantah Pramono. Menurutnya, kunjungan anggota kongres AS tersebut tak terkait dengan



pembentukan kabinet yang saat ini tengah digodok oleh calon presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi).

"Itu (soal kabinet) kewenangan kita sepenuhnya," kata Pramono Anung usai menemui anggota kongres Amerika Serikat di lantai III DPR, Jakarta, Senin (11/8).

Menurut Pramono, mereka justru amat menghormati yang menjadi kewenangan pemerintahan Indonesia.

"Sama sekali tidak (intervensi). mereka sangat menghormati apa yang menjadi kewenangan kita. Dan mereka juga melihat bahwa Pileg dan Pilpres yang berjalan cukup baik itu mudah-mudahan, apapun hasilnya nanti akan baik bagi Indonesia," jelas Pramono.

Selain itu Pramono juga mengungkapkan dalam petemuan tersebut dibahas soal kerjasama pertahanan antara Indonesia-AS.

"Tadi dibahas tentang kerjasama Indonesia-AS dalam bidang pertahanan. Kita dulu pernah diembargo dan kita minta diperbaiki soal embargo. Juga dibahas mengenai pembelian pesawat F16," kata Pramono.

Pramono juga diberitatahu bahwa AS memantau situasi terkini yang terjadi di tanah air.

"Mereka (AS) memantau pilpres, tapi tak akan mencampuri urusan Indonesia. Mereka minta hubungan dengan pemerintahan yang baru nanti bisa lebih ditingkatkan, karena hubungan Indonesia dan AS terbilang unik, jaraknya jauh tapi punya pengaruh," kata Pramono